Ganjil yang Tergenapi

Sebuah prosesi bersejarah telah menyambangi jalan hidup yang memang sebenarnya sudah digariskan oleh Allah, tetapi semuanya memerlukan perjuangan, Memenangkan sebuah pertaruhan hidup tingkat tinggi karena rencana indah itu terwujud, hari baru bersamaan ijab itu diucapkan di depan sang wali dan khalayak ramai dalam babak baru kehidupan, sekaligus mengecup bidadari itu. Tangis tertumpah di antara perayaan bahagia orang orang terkasih, bangga terasa mencuat seketika seolah mengabarkan pada dunia bahwa ganjil itu telah tergenapi oleh sang bidadari dunia pilihan. Kesendirian takkan lagi membayangi langkah ke depannya, sebab kebersamaan akan selalu mengisi penuh hari, sejak pagi hingga bertemu pagi dan terus menaungi ganjil yang telah genap itu.

Memang rencana tak semulus yang diguratkan di kanvas kehidupan, karena tinta yang digunakan akan selalu mengalami fase terang dan samar. Apalagi sebuah rencana sakral yang membutuhkan usaha usaha lebih besar sebagai akibat dari besarnya tanggung jawab yang akan muncul kelak. Namun amat jarang penyerahkan secara penuh rencana yang dimiliki pada Sang Maha Perencana. Padahal telah dijanjikan bahwa, Dia itu tergantung dari prasangkaan hamba. Pun, cerita hidup dalam memuluskan rencana indah untuk mengecup sang bidadari diawali dengan sandungan sandungan hingga tetiba mulus dan sungguh kejutan yang indah diberikan di saat semua diserahkan pada Nya. Ganjil memang akan selalu menemukan jalannya untuk tergenapi.

Ujian akan selalu diberikan untuk melihat seberapa besar kualitas diri dalam mengemban amanah baru yang akan dititipkan. Saat bidadari terkecup, ijab dan qabul diamini oleh puluhan pasang mata, maka telah resmi diturunkan amanah baru, status baru, berbarengan pula dengan hadiah hadiah lainnya untuk membersamai kehidupan yang tergenapi. Tergenapi sebab sang bidadari telah dipertemukan dan menemukan. Riuh canda mewarnai mahligai rumah tangga, kilasan masalah mengunjungi dengan angkuhnya, namun penyelesaian bijak selalu mampu mengalahkan sehingga bidadari yang terkecup itu terus merona pipinya tersebab bahagia yang menyelimuti.

Teruntuk bidadari yang menggenapi ganjil (isteriku Uthi Faricha) yang mengisi hari hari, terimakasih untuk cerita indah ini dan yang akan berlanjut terus nantinya hingga ke surga Nya. (Desember, 03 2017)

*sebuah memoar singkat cerita kami

~Umam dan Icha~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s