Menghitung Hari

Sistematisasi hidup itu penting untuk menjadi baromater sejauh mana rencana rencanamu terealisasi!

Hampir di setiap penghujung malam malam sepi, saya memberikan polesan pada rancangan mimpi yang akan dijalani, rencana hidup atau semacam blueprint lah gitu. Sejak berada di bangku SMA tepatnya, saya mulai mengawang ngawangkan mimpi untuk kuliah di kampus mana aja, coret coret pun dimulai. Maklum lah ya anak remaja biasanya masih asal, jadi coretan yang dikanvaskan pun masih abstrak banget. Namun yang jelas, tertulis di kampus mana yang ingin dituju pasca SMA.

Apakah rencana akan selalu menemui realisasinya, ternyata enggak juga.

Dalam artian, realisasinya pasti, tetapi mengalami pergeseran. Nah inilah yang acapkali terjadi kawan! Semuanya pasti akan mengalami fase ini, karena nggak ada satu orang pun yang akan selalu tepat pada lintasan rencananya. Banyak faktor memang yang menjadi musabab, namun jangan pernah berpaling, sebab yang harus kita lakukan adalah menggeser sedikit rencana yang dibuat sehingga bisa terus berjalan.

Salah satu rencana yang telah tersusun sistematis dalam hidup saya adalah “Menikah”. Yup, jelas! hal penting ini saya targetkan kapan akan dieksekusi. Pertanyaannya adalah, apakah sesuai dengan target? jawabannya, sedikit bergeser dari waktu yang saya targetkan. Prosesi ini baru bisa terlaksana di tahun ini, 2017 dari target nya di penghujung 2016 pasca menyelesaikan studi Master. Kalian tahu kawan, saat ini, menghitung hari adalah aktifitas menyenangkan di sela sela kesibukan mengajar dan membersamai mahasiswa. Pasalnya, segala perencanaan untuk menuju the gate of future alias memiliki status baru alias memiliki teman hidup bersama untuk masa depan, telah dipersiapkan. The first step of marriage udah selesai dilaksanakan dan sekarang dijeda untuk the official vow nya. Kenapa ada jeda, ya karena di hari bersejarah tsb, kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya dan terpenting jeda itu untuk membuat rindu ini terus menemukan alasan untuk bersua. Seperti kata Dee dalam filosofi kopi, bahwa kata akan memiliki arti karena adanya spasi. Begitupula hidup, kita akan selalu membutuhkan jarak untuk membuat satu samalain menjadi erat. Setuju?!

Menghitung hari ini rasanya semakin mendegup kencang. Sesekali beradu pendapat, namun lebih seringnya kami saling menguatkan untuk hari sakral tersebut.

Karena rencana ini telah tergores dalam, di tinta tinta doa yang kami taburkan bermalam malam, memenuhi pagi bersahutan dengan kokok ayam, meminta kelapangan dalam segala urusan di hari indah nan bersejarah kelak,  dibersamai oleh hari suci kelahiran Sang Baginda Nabi.

Untuk yg kesekian, mimpi inipun akan menemukan labuhannya. Soon….

U.

Penghujung Nopember 2017

Advertisements

One thought on “Menghitung Hari

  1. Aamiin ya Allah, aamiin allahuma aamiin. Bismillah, semangaaaat 💪 Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi serta memudahkan segala hal baik yang diniatkan ibadah karena Allah semata 💪😊. Semoga jarak menjadi penguat bagi jiwa2 yang rindu untuk saling bertemu.
    U untuk u.
    U.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s